Bismillah.
Sebetulnya bukan karena tak mau, tapi ketika ada yang bertanya ke saya alasan tidak beli mobil, kami mungkin harus berpikir ulang untuk mengiyakan. Mobil, entah kenapa, punya bias fungsi kalau bicara di negara plus enam dua. Selain untuk alat transportasi, berfungsi pulak sebagai (katanya) peningkat status sosial. Padahal di Arab, kalau diperhatikan tuh mobil semewah apapun, semahal apapun, pasti penyok-penyok. Mungkin emang males didandanin, atau di sana mobil bukan jadi hal yang prestisius, yang kalau baret dikit bisa memunculkan street fighting di jalanan konoha.
Alasan lebih dalam, kami jarang bepergian. Benar-benar bisa ada momen kunci pagar rumah masih dalam keadaan yang sama saja selama beberapa hari. Mobil, layaknya aset yang mengalami depresiasi lainnya, butuh biaya perawatan. Kecuali Anda tahan untuk antri lama pertalite, harga per kilometer akan semakin mahal dengan peningkatan harga minyak, kondisi jalanan yang mengkhawatirkan, dan tingkat stress saat mengemudi dengan tabiat penduduk yang kurang berpendidikan. Jadi, di mana sebetulnya akar masalahnya?
Negara yang maju dan beradab, sudah banyak punya tata kota yang berorientasi pada public transport. Desain tata kota negra ini (dan kebijakannya) hanya berpisat pada pembangunan infrastruktur yang fokus pada bagaimana memindahkan kendaraan, bukan memindahkan manusia. Akibatnya, kita dipaksa untuk terjebak dalam kondisi bahwa memiliki kendaraan pribadi seolah menjadi kewajban yang mutlak. Orang tidak benar-benar memilih, mereka (sekali lagi) dipaksa oleh keadaan. Belum ngomongin ilusi solusi kemacetan (nambah tol, perlebar jalan) alias induced demand, dan subsidi yang salah sasaran ( di Konoha subsidi BBM = bahan bakar politik menjelang pemilu).
Memilih untuk tidak punya mobil bukan keputusan yang populis. Itu sudah jelas. Namun mengupayakan kewarasan dan rasionalitas, berharap pada penyediaan transportasi massal berbasis rel, pembuatan trotoar yang layak, dlsb, sepertinya juga bukan pilihan yang jelek-jelek amat. Tapi ya harus bersabar, soalnya kalau pemilu jualannya masalah transum, ndak laku Bos...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
speak now or forever hold your peace