Belajar Memimpin dengan SimCity

Bismillah.

Ane start nulis ini jam 2:25 WIB. Katanya kalau orang beraktivitas di jam-jam segini, otaknya lebih tokcer. Katanya lohh..

Dulu ane berandai-andai jadi Bupati. Ngurus kabupaten. Populasi misal 500ribu. Itu orang semua loh. Masing-masing beda kepentingan. Ada konflik of interest. Ada sektor ekonomi, edukasi, energi, tata ruang, transportasi, keamanan, sumber daya alam, pengolahan limbah, sampai urusan ke kota / wilayah tetangga.

Jadi ane beli tuh game SimCity. Dulu EA jualnya 40-an dollar. Tapi gamenya sekarang nggak bisa dimaenin. Pengen protes dan refund, males. Mana ada rakyat biasa menang lawan korporasi? Kecuali ente Hotman Paris.

Balik lagi ke SimCity, kayaknya ini game perlu dimainkan sama para calon walikota atau gubernur. Karena di game ini walaupun kadar realistis-nya ndak seberapa, tapi minimal kita bisa tahu bagaimana kehidupan kota itu berjalan.

Bagaimana kalau jalan sempit maka density atau tingkat kepadatan penduduknya jadi berkurang. Terus kalau jalannya besar, butuh biasa besar juga, jadi dananya dari mana? Mau hutang atau nunggu populasi banyak dan minta pajak?

Semuanya serba kompleks. Kita harus memikirkan kebahagiaan dan kesejahteraan warga. Caranya, bangun sekolah, bangun tempat ibadah, taman yg banyak, kantor polisi, pemadam kebakaran, dan seterusnya. Zonanya harus bagi tiga, komersial, residence sama industry. Industri sama residence jangan dekat-dekat nanti ada polusi. Perhatikan pula arah angin saat menata zona.

Sarana transportasi harus siap yang paling mahal, karena kalau populasi sudah banyak, tak mungkin macet setiap hari. Bongkar jalan, biayanya jauh lebih mahal. Aduh ini bangun power plant-nya yg gimana, apa mau bikin nuclear reactor? Tapi sumber daya manusianya belum ada. Berarti harus bangun universitas yang based on research.

Terus dan terus begitu. Budget bulanan terbatas sedangkan kebutuhan kota makin meningkat. Caranya gimana biar dapat uang? Aduh mana power plant nggak cukup space untuk upgrade, karena sebelahnya udah ada kantor walikota. Jadi siapa yg mau digusur hari ini? Wah demo nih warga.

Kompleksitasnya tak sebanding dengan realitanya. Realita pasti lebih susah. Maka dari itu doakan pemimpin kita. Mereka itu pusing loh ngurusin 270juta orang. Yang sebelah sini maunya begini, yang pengusaha maunya begitu. Eh, kok yang di sana mau merdeka sendiri? Yang di sini lagi ada bencana banjir. Yang di sana kabut asap. Terus begitu.

Wajar ketika sekelas PM Inggris pun bisa positif Kopit-19. Bukan karena protokolnya yang salah, tapi mungkin daya tahan tubuhnya menurun karena terlalu banyak berpikir. Ini asumsi yang ane baca dari tulisan Pak SBY. Apalagi ibunda Pak Joko Widodo barusan meninggal. Ini tentu pukulan berat buat beliau. Jadi selain fisik yang kuat, mental juga harus kuat.

Semoga masalah negara ini segera selesai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me