Nisan-nisan yang Tertancap

Bismillah.

Dunia Blogger dulu sempat ramai. Khususnya di negeri plus 62. Kata Roy Suryo, blog hanyalah tren sesaat. Ada benarnya sih, karena saat blog-blog digdaya di tahun itu kini sudah berguguran. Berganti dengan nisan-nisan yang tertancap, apapun bentuknya. Domain yang kadaluarsa, 404, atau rumah tak berpenghuni yang banyak sarang laba-laba.

Tapi menurut ane tidak sepenuhnya seperti itu. Buktinya masih banyak konten berkualitas karya orang-orang di FB, Twitter, dan berbagai media lainnya. Blog belum mati, hanya reinkarnasi dirinya menjadi bentuk lain. Yang lebih singkat (dengan 280 karakter), lebih gampang interaksi, dan lain-lain.

Sampai kapan ngeblog? Jawabannya ya sampai kiamat. Demi menuntaskan hasrat ingin menulis, maka blog ini ada. Dan selama hasrat membaca ada, maka hasrat menulis lumrahnya akan tetap ada juga. Walaupun sepi, tanpa pembaca. Bahkan tanpa orang yang lalu-lalang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me