Takut Tambah Dewasa

Bismillah.

"Takut tambah dewasa. Takut aku kecewa. Takut tak seindah yang kukira" (Brigita Meliala, Takut)

Menjadi dewasa, bagi sebagian orang, ternyata hanya jebakan. Sakit hati. Kelelahan mengejar, atau merasa dikejar-kejar. Rehat seakan cuma ilusi. Ketakutan yang menjelma menjadi lubang yang menganga di dada. Dingin bila tertiup embun.

Jujur itu kadang membuat tatapan kepada anak jadi berbeda. Lebih dalam, seolah ingin bilang. "Nak, jangan ke sini, tetaplah di tempatmu. Menjadi anak-anak. Selamanya..."

Ingin rasanya tinggal di utopia. Negeri di mana tiap bangun pagi, usia tak bertambah. Raga selalu kuat memeluk buah hati, menggendong badannya yang tak bertambah berat. Melawan aturan semesta. Dari senja pantai yang satu ke senja yang lain. Begitu terus. Setiap hari.

Tapi Tuhan tak akan diam. Ia akan Menghadirkan kuasa-Nya. Mengalirkan air dari gunung, ke sungai, lalu berakhir di luasnya laut. Mencipta pohon 'tuk kita berteduh. Sekadar untuk berhenti dan mengingat sifat-Nya. Bahwa ada kekuatan yang akan membimbing gadis kecil ini, tanpa kita. Yang semakin tua, rapuh, dan lalu membusuk dimakan cacing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me