Workspace 2025

Bismillah.

Sejak April tahun lalu, hampir tidak ada yang berubah. Spek begitu-begitu saja. Bahkan buat tesis malah pake laptop pinjeman dari pabrik (karena butuh CUDA-nya). Di satu sisi jadi bersyukur karena punya mesin yang tidak punya mobilitas tinggi. Biar ada batas antara kerja dan istirahat.


Kalau ada dana lebih, kepikiran untuk ganti ke spek yang lebih tinggi. Tapi dengan keadaan sekarang pun sepertinya lebih dari cukup. Kita lihat nanti, perang chip masih terjadi. Tren farming pakai VGA sepertinya berubah. Market masih dinamis bergerak. Entah makin murah atau justru sebaliknya. Yang pasti kita menunggu "orang kaya buang sampah". Sabar dan siap menyerok di harga rendah.

Update: daftar lengkapnya menjadi sebagai berikut

  • Mac Mini M1 2020 8/512 (second)
  • Monitor LG 24QP500 (2K 24")
  • Keyboard Logitech K380
  • Keyboard Royal Kludge N80 low profile (second)
  • Mouse Logitech M650 Large
  • USB Microphone DA Stream 002
  • Headset Sony WH-1000XM4 (second)
  • Kursi Torkel dari IKEA (jadul tapi awet banget)
  • Meja Mxtark Electric Standing Desk (discontinued)
  • Deskmat dari keykraft.shop (custom design)
  • Wacom CTL-472 (second)
  • Webcam Eyesec 1080p
Selain itu saya juga punya 3 monitor di 3 lokasi berbeda (masing-masing ukuran 24" tapi hanya FHD). Mengapa? Karena saya sudah menyerah dengan laptop. Macbook Pro dari pabrik lama tidak dapat dioperasikan lagi (lebih tepatnya, males cari tempat service). Menurut saya performa desktop masih sulit dikalahkan, kecuali untuk orang yang mencari mobilitas (sering kerja beda tempat). Mungkin ini akan jadi tulisan tersendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me