Setelah Punya Anak

Bismillah.

Beberapa waktu lalu bekesempatan menjumpai seorang teman lama. Beliau ini boleh dikatakan menikah di usia yang tak lagi muda, tapi anaknya sudah dua. Menikah, lalu memiliki anak, adalah tahapan dalam kehidupan yang menambah tantangan. Masing-masing ada kesulitannya. Wajar bila teman saya ini punya kekhawatiran.

"Akan sampaikah?" tanya dia.

Akan sampaikah usia kita saat anak beranjak dewasa? Bisakah kita melihat dia tumbuh besar, mendapat pendidikan yang layak, sehat lahir batin, berkeluarga dengan lelaki pilihan yang sholeh, berbahagia hingga akhir hayat? Ada kecemasan. Rasa takut. Takut bila doa kita kepada anak, atau sebaliknya, dari anak kepada orang tua, tak sampai. Takut kalau-kalau, sederhana saja misal, anak dirundung di sekolah. Takut bila anak terjebak pergaulan yang tak sepatutnya. Bila pikirannya dipenuhi pikiran cemas yang sama dengan orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me