Bersosialisasi

Bismillah.

Kami bersyukur anak ternyata cukup bisa punya kepercayaan diri saat bergaul dengan teman sebayanya. Bahkan beberapa kali ikut dalam pertunjukan yang diadakan di sekolah. Tidak seperti orang tuanya yang lebih senang di dalam kamar, karena kalau diajak ngobrol sama orang jadi salah tingkah dan keringat dingin.


"Nak, rasanya gimana, nggak tegang atau deg-degan?" tanya saya saat ia akan naik ke atas panggung.
"Nggak, malah seneng karena nanti dilihat banyak orang!"

Oke. Agak beda emang.

Kami berharap dengan kompetensi interpersonal anak yang semakin bagus, dia bisa "berhasil" di dalam menjalani kehidupan ini. Bukan berarti yang introvert akut akan sulit berhasil. Masalah utamanya, dunia ini bergerak tidak seperti yang diinginkan sebagian kecil orang.

Albert Einstein dan Mozart, dipercaya memiliki kelainan fungsi pada spektrum autisme, yang disebut dengan asperger syndrome. Orang-orang semacam ini salah satu cirinya adalah senang menyendiri dan sulit bergaul. Mungkin, pada masanya, orang-orang tersebut dicap sebagai orang yang sulit meraih kesuksesan (dengan parameter sukses kebanyakan: bisa ambil KPR dan punya mobil Avanza). Tapi, lihatlah pujian dunia pada mereka berpuluh tahun setelahnya?

Kami berharap anak menikmati proses belajar, bukan hanya sekadar mendapat apresiasi dalam bentuk angka dalam selembar kertas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

speak now or forever hold your peace

About Me