Selayaknya air laut yang bergaram, menguap ditempa panas lalu muncul kembali sebagai titik-titik hujan yang jernih. Seperti emas yang didulang dari sungai yang berlumpur, yang lalu dibuat menjadi kepingan indah. Seperti daun eukaliptus yang direbus berjam-jam, untuk mendapatkan minyak yang menyembuhkan. Nabi Yunus butuh ditelan ikan, jauh di bawah laut, dalam gulita malam, sedemikian untuk membuat emosinya reda dan kembali ke kaumnya dalam keadaan lega.
![]() |
A photo by Anna Atkins on Unsplash |
Setiap jiwa kita kotor dan bercampur. Aslinya, kita suci sejak lahir. Tapi seiring waktu, dunia mengubah kita. Menjadi insan yang rakus dan penuh ambisi. Rela mengotori tangan dengan darah saudara sendiri, demi obsesi yang tak seberapa. Melupakan hal-hal baik yang diajarkan oleh Yang Maha Menciptakan. Maka itu, kita butuh untuk dimurnikan. Caranya bisa macam-macam. Ada yang sekadar dimandikan. Tapi sebagian besar boleh jadi dengan cara yg sakit, tidak enak, demi penebusan dosa. Purifikasi. Menjadi bersih kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
speak now or forever hold your peace