Memasang Adobe CS6 di Mac OSX High Sierra

Bismillah

  1. Beli lisensinya dari salah satu reseller 
  2. Jika tidak perlu DVD, atau setelah beli DVD-nya hilang, download productnya dari halaman Products
  3. Jika bermasalah pada saat instalasi dengan pesan kesalahan "Installer failed to initialize..." dst, download Adobe Application Manager.
  4. Jika bermasalah dengan pesan kesalahan "Another installer is already running...." dst, klik kanan pada file Install, lalu pilih "Show Package Contents", lalu jalankan berkas /MacOS/Install.
  5. Setelah menyetujui "License Agreement", masukkan serial number yang diberikan pada saat beli lisensi, atau jika lupa, kita bisa memeriksa secara online dari halaman "My Products" di profil pada website Adobe.com.
Sekian.

Minum Kopi (Lagi)

Bismillah

Akhirnya memutuskan untuk minum kopi lagi, setelah sejak 16 Februari 2008 berhenti.

Sekian update blog super singkat kali ini.

Demi Nama Tuhan

Bismillah

Tidak semua yang kita lihat dari televisi, apalagi stasiun tv metro mini, tentang apartemen, itu indah bak surga, seperti iklannya Bulek Peni Ros. Ini hanya sekelumit kisah beberapa tahun lalu saat perusahaan kami menggunakan apartemen sebagai kantor. Tak perlu disebut nama apartemennya. Namun belakangan, pak bos cerita memang di situ banyak WNA yang bermasalah.

Ceritanya ada orang Arab (lebih tepatnya Middle East) bertanya pada satpam. Kita sebut saja namanya Bang Gofar. Berniat ingin membantu, namun orang ini tak mengerti bahasa inggris, dan ane pun tak mengerti bahasa Arab. Kebetulan ada orang Arab satu lagi lewat. Wah, kebeneran.. Tapi ternyata, tak semua orang Middle East itu bahasanya sama, walau stereotip "Arab". Tapi alhamdulillah dari keterangan Arab satu ini, Bang Gofar ini lagi tidur siang, terus AC-nya mati, dan nggak tahu caranya isi token listrik. Petunjuk yang bagus.

Oh, ya udah, ane temenin ke basement, beli token listrik. Waktu itu memang cara pembelian token tak semudah sekarang. Pas sampai di bawah Bang Gofar ngasih duit 50 ribu. Anggapan ane, itu semua dibeliin listrik. Transaksi pun selesai. "Mister.. You pencet pencet ini number nanti press yes okay, and den you can sleep again. Okay? Hev a nais dei". Mau bahasa Inggris bagus kayak suara Mbak-mbak di kaset TOEFL pun dia-nya ndak ngerti.

"Money? My money? !*&^#@, " Bang Gofar komplain dalam bahasa Arab. Ia pikir saya menipunya. "You look this receipt heh, your money is goban, I paid it all fifty thousand, it is written goban, so no money left.." terang ane campur bahasa isyarat saraswati. Masih tenang, walau dalam hati ngedumel. "Wah, nih upil onta, kok ya ditulungin malah gini.."

Dan emosi agak naik ketika dia mengucapkan sebuah kata, satu-satunya kata, sedari awal dia bicara dalam bahasa Arab (yang entah Arab bagian mana), satu kata yang ane paham maksudnya. Satu kata.

"Wallahi? Wallahi!" kata Bang Gofar sambil mengacungkan jari telunjuknya ke atas. Jadi orang ini menyuruh kita bersumpah atas nama Tuhan. Wah, bener-bener nih orang.. Perasaan jadi tak karuan, antara pengen berantem atau pengen ganti uang dia aja, kalau cuman bayarin ente 50 rebu insya Allah duit ane masih nyisa banyak broh.. Daripada ribut, kan?

Tapi ini masalah harga diri!

Jadi, ane jawab dengan mantap dengan postur jari yang sama dengannya, "WALLAHI!" sambil berlalu.

Menghapus Dota

Bismillah

Telah dihapus sebuah instalasi Steam, tentu berikut Dota-nya, dari alat perang. Yakin bahwa ini adalah keputusan yang baik, walau masih dongkol dan tak sepenuhnya terima. Cukuplah alasan berhenti, berasal dari 2 nasihat berikut.
"Apakah kita nanti akan ditanya tentang gim yang kita mainkan?" — stwn
"Bayangkan jika waktu bermain itu dipakai untuk tilawah quran" — bini
Histori bermain kita itu ada di Steam. Tercatat, habis sudah 500 jam lebih. Jadi jika kita konversikan ini dengan 40 menit per 10 lembar, maka setidaknya bisa tilawah 750 juz, atau tak kurang dari 25 kali khatam quran. Sebuah hitungan sederhana yang efeknya bikin hati ini merenung lama.

Selamat tinggal Layla Majnun
Teringat sebuah ayat Allah, di surat yang (secara cocok) membahas tentang pengampunan.
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui"— QS At Taubah:41
Bismillah.

Nomor 1

Bismillah

Saya yakin, dalam perjalanan hidup seseorang, siapapun itu, minimal dia pernah jadi juara 1. Pemenang pertama. Nomor wahid. Top one. Entah apalah kompetisinya. Entah itu balap karung, baca puisi, juara kelas, bahkan sampai yang aneh-aneh seperti rekor terbanyak makan duren dalam 1 menit. Minimal, kita pernah menjadi juara 1 saat sel jantan Ayah "berlomba" mencapai sel kelamin Ibu. Minimal, kita adalah suami nomor 1 dari istri kita. Walau istri ada juga yang bukan nomor 1. Bisa nomor 2, 3 atau 4. *ditabok bolak-balik*

Jadi saat kita merasa kita belum pernah menjadi yang terbaik, tercepat, terhebat, terkuat, dan ter-ter yang lain, yang patut ditanyakan sebetulnya adalah, apakah kita berada di kompetisi yang sepatutnya?

Di Saat Orang Lain Tidur

Bismillah

Beberapa teman sedang berada di pabrik untuk keperluan migrasi sistem. Tentang mengapa harus di malam hari, jawabannya : layaknya pekerjaan di malam hari yang lain, dikerjakan saat orang lain sedang tidur. Landasan pesawat diperbaiki saat bandara tutup. Jalanan ditambal-sulam saat tak ada yang lalu lalang. Penulis buku mulai menarikan jemarinya di atas papan ketik menjelang subuh.

Semuanya menyiratkan bahwa beberapa hal memang butuh ketenangan dan suasana sepi. Tanpa aktivitas kebanyakan manusia. Melakukan X di saat orang tidak melakukan X. Anti mainstream. Abnormal. Spesial bin khusus. Bukan medioker. Dan sebetulnya, di agama ini, beberapa hal memang harus dilakukan dalam keadaan seperti itu. Contohnya, sholat malam.

Seperti yang telah disampaikan Tuhan dalam QS As Sajdah ayat 16
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan.

Ujung Rukun

Bismillah

Pada kebanyakan tiap-tiap akhir rukun, pastilah tersemat syarat yang perlu dipenuhi pula, yaitu tertib. Tertib ini artinya sesuai urutan. Kita juga bisa bilang bahwa item nomor 1 dari tiap-tiap rukun adalah hal yang mesti dipenuhi duluan.

Contohnya rukun islam. Nomor satunya syahadat, ikrar terhadap kemahaesaan Tuhan. Nomor duanya baru sholat. Jadi sebetulnya aneh kalau ada orang sholat tapi masih ke dukun, semedi di kuburan berharap uang segepok, atau percaya ramalan bintang. Mungkin ada hal tertentu di bab tauhid bosqu yang belum kholas.

Dengan kadar komparasi yang kurang lebih sama, kita juga bisa heran dengan orang yang puasa tapi tidak sholat, orang yang berzakat tapi merasa tak perlu lagi berpuasa, dan orang yang berhaji tapi pelit bakhil medit masin bak garam tukuk cap gayung.
About Me