Clear Things Up

Bismillah

Bila kita lihat, sebagian orang-orang besar yang dikenal dunia pernah 'vakum' dalam hidupnya. Muhammad SAW, sering menyendiri di gua Hiro. Steve Jobs, secara khusus menabung di tahun 1974 supaya bisa melakukan perjalanan spiritual ke India. Bob Sadino, sudah hidup mapan sebagai pelaut, tiba-tiba memilih untuk jadi miskin. Manusia-manusia hebat ini, rela meluangkan waktu, sebentar saja, untuk mengosongkan diri.

Ryoko Hirosue (santai kayak di pantai)
Mungkin kita selayaknya berkaca dan belajar dari mereka. Sejenak merenungi hakikat penciptaan diri, makna di balik alam semesta, alih-alih sibuk dengan rutinitas yang melulu duniawi. Benar-benar tidak melakukan apa-apa, dan fokus untuk menggali arti hidup yang lebih dalam. Karena hidup bukan hanya sekadar angka di hasil penjualan bulanan, bukan profit perusahaan nan melambung, bukan miliki mobil atau rumah mewah. Pasti ada sesuatu dalam hidup yang jauh jauh lebih besar dari itu semua. Dan seharusnya, lebih sederhana.

"Perjalanan mengajarkan bahwa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup hanyalah sedikit saja" -- @stwn

Sejak awal bulan ini, saya resmi menjadi pengangguran. Ini agak-agak lucu karena baru 6 hari sebelumnya saya bercerita tentang pekerjaan saya pada lebih dari 100 murid Sekolah Dasar. Surat pengunduran diri sudah saya buat sebulan sebelumnya, dan layaknya calon pengangguran, saya mulai mencari pekerjaan baru. Alhamdulillah, saya diterima di 4 perusahaan berbeda dalam waktu yang relatif bersamaan. Namun perasaan saya mengatakan, saya harus lepas semuanya.

Bukan soal salary/benefit/kompensasi yang sebenarnya saya cari, karena toh di pekerjaan saya yang lama, yang saya dapat sudah lebih dari cukup. Saya pernah menonton salah satu presentasi Simon Sinek di TEDx, ia bilang begini. "If you hire people just because they can do a job, they will work for your money. But if you hire people who believe what you believe, they will work for you with blood, sweat, tears." Jadi alasan utama saya adalah, mencari perusahaan yang benar-benar mengerti how to convince me to believe what they believe. Setelah itu saya tidak akan pindah tempat kerja lagi.

Ide ini mungkin sedikit ngawur. Anda boleh tertawa. Tapi, bukankah kita sering melihat banyak orang tetap mencari pekerjaan sambilan saat penghasilan utamanya sudah lebih dari cukup? Ada orang yang rela ambil resiko masuk bui, korupsi uang demi membeli rumah yang belum tentu disinggahi setahun sekali? Buat saya, orang-orang yang berambisi dan terlalu cinta pada dunia, dan tidak terlalu yakin pada kehidupan setelah kematian, adalah orang-orang yang pantas diberi rasa iba.

Keluarga tentu mempertanyakan keputusan tidak populer ini. Namun, Bill Gates pun pernah memutuskan drop out dari kuliahnya. Langkah yang ia ambil dicecar pada awalnya. Tapi bila itu tidak terjadi, ia tak akan fokus di Microsoft, dan boleh jadi perusahaan itu tidak akan sebesar sekarang. Saya pun yakin langkah yang saya ambil tidak salah. Mungkin tidak sepenuhnya benar, tapi ini tidak salah. Saya punya tahi lalat di bahu kiri. Waktu kecil, saya pernah baca kalau artinya "Orang dengan tanggung jawab yang sangat besar". Saya percaya saya akan jadi orang besar, maka dari itu saya melatih intuisi saya mulai sekarang. Intuisi lebih berharga daripada kecerdasan.

Dan, di sinilah saya saat ini. Sebuah rumah sewa murahan yang jauh dari pusat Jakarta, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk manusia. Kira-kira sebulan. Merenung. Mengosongkan diri. Mulai menata hidup. Just to clear things up. Apa yang saya lakukan sembari menunggu kesempatan baik datang?

Mencoba lebih dekat ke Tuhan
Waktu masih jadi pedagang sempak di pasar Sengon, saat adzan tiba bisa tinggalkan lapak dan berangkat ke masjid. Kalau selesai Maghrib bisa belajar mengaji. Kalau lapak sedang sepi, bisa baca buku atau sholat sunnah. Setelah bekerja di Jakarta, saya sudah agak lupa, kapan terakhir kali saya belajar mengaji, atau sholat shubuh di masjid, atau baca buku penuh ilmu. Kalau Anda sudah dibutakan dengan pekerjaan 8 jam sehari, penghasilan 8 digit per bulan, mungkin rehat sesaat ada gunanya. Supaya Anda makin mahfum bahwa yang Anda capai tidak ada apa-apanya dibanding Yang Maha Mencipta semua.

Melakukan perjalanan
Saya merencanakan pergi ke Solo, Yogya, Surabaya dan Malang pada pertengahan bulan. Saya sebut ini sebagai perjalanan sufistik nan relijius penambah ilmu serta kedewasaan (#aihsedap). Di Solo, saya ingin memberikan laptop lama saya ke sepupu. Di Yogya, saya ingin cari guru ngaji saya dahulu (dan mungkin berkunjung ke beberapa orang kaya di Yogya untuk menimba pengetahuan bisnis). Di Surabaya, fixing relationship dengan salah satu teman baik yang sudah lama tidak berjumpa, sekaligus mengambil Macbook Pro 2nd yang sudah saya beli beberapa hari yang lalu. Di Malang, bila sempat, menghadiri resepsi pernikahan salah seorang teman.

Khusus untuk resepsi pernikahan, kurang saya prioritaskan karena saya termasuk yang sinis dengan hal-hal sedemikian. Seperti kata Kevin dalam 27 Dresses, pesta pernikahan isinya cuma 3 : forced merriment, horrible music, bad food. Saya pikir pasangan yang ingin memulai kehidupan baru tidak usah menghabiskan uang puluhan juta rupiah hanya demi membuat kesan bagus pada para undangan (yang mirisnya, sebagian besarnya tidak mereka kenal!). Mungkin ini akan saya jadikan topik tulisan di lain kesempatan. Hahaha. Sip.

Become a code monkey
Saya masih punya beberapa aplikasi yang harus diselesaikan. Semuanya iseng. Nanti kalau sudah selesai saya akan rilis di github atau di Junk Codes. Di sini saya belajar banyak hal. Salah satunya, supaya ikhlas memberi source code pada orang yang tidak Anda kenal sekali pun.

Belajar investasi
Salah satu resolusi saya tahun ini, hidup minimalis, sebagian tercapai dengan terbelinya Macbook Pro (akan saya tulis di posting tersendiri). Namun, gain 20000 USD, sepertinya jauh dari harapan. Bagaimana mungkin, orang yang tidak punya pekerjaan tetap di kuarter kedua, bisa punya resolusi dapet 180 juta perak di akhir tahun? Tapi ini pelan-pelan lah.. Kalau terlalu memaksakan diri nanti bisa gila. Hahahaha.

Doakan saya berhasil. :)

Kelas Inspirasi - Indonesia Mengajar (Lanjutan)

Bismillah

Ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya. Sebelum tanggal 25 April, kami diundang dalam Gathering Volunteer Kelas Inspirasi, dengan agenda utama adalah sambutan dari Pak Anies Baswedan (plus tanya jawab) dan koordinasi kelompok. Beberapa hal yang masih saya ingat dari sambutan beliau, kira-kira seperti berikut.

"Kalau kita sakit, apa kita pergi ke Puskesmas? Tidak. Untuk urusan menyekolahkan anak, apakah kita ke SD Inpres? Tidak. Ini bukti bahwa kita sudah mampu, mandiri, dan tidak tergantung pada pemerintah lagi. Memang, kita butuh negara. Tapi sebatas untuk bikin KTP, SIM, dan Paspor. Sudah."

"Rata-rata kita adalah generasi kelas menengah yang sudah mapan. Strong middle class. Punya penghasilan yang cukup, dan well-educated. Saatnya kita membalas budi. Terdapat banyak usulan dari para profesional yang sudah tidak bisa lagi berkontribusi di Pengajar Muda karena usia sudah lewat 25 tahun, atau sudah menikah. Kelas Inspirasi muncul. And you are the first!!"

"Yang perlu kita ceritakan sebenarnya sederhana saja pada anak-anak. Tanamkan saja nilai-nilai positif yang membuat mereka punya cerita yang bisa dibawa pulang, untuk mereka ceritakan kembali pada orang tua, untuk selalu mereka ingat-ingat. Kita sering lupa pada hal-hal sederhana ini. Kita sering lupa bahwa kesuksesan kita sesungguhnya berasal dari nilai-nilai positif: jujur, kerja keras, hormat pada orang tua, dan sebagainya."

"Kalau ditilik lagi, cita-cita orang-orang besar, selalu bermula sejak mereka kecil. Pak Habibie, misalnya. Kenapa beliau mempelajari aerodinamika, sebuah cabang ilmu yang boleh dibilang kurang populer? Jawabnya simpel. Dulu, beliau mendengar salah satu pidato Bung Karno. Bung Karno bilang, Indonesia ini luas sekali, terpisah jarak laut, terdiri dari pulau-pulau, sehingga butuh orang-orang yang ahli dalam bidang transportasi laut, dan udara. Dan Pak Habibie pun belajar ilmu transportasi udara."

"Another story. Saya kenal dengan Kang Imad (Imaduddin Abdurrahim). Saat ditanya, mengapa dulu beliau menjadi insinyur listrik di ITB? Ia cerita. Dulu, dia dan anak laki-laki di kampung berjalan kaki ke Bendungan Asahan, karena Bung Hatta mau datang meresmikan. Mereka semua, anak laki-laki di kampung, berbondong-bondong datang jalan kaki sekadar ingin melihat Bung Hatta. Pemimpin Indonesia. Bung Hatta bicara, dengan nada yang dingin dan datar-datar saja tidak seperti Sukarno, 'Bangsa ini membutuhkan energi yang banyak. Kita perlu insinyur-insinyur listrik.' Pernyataan Bung Hatta ini diikuti betulan, dan mereka menjalani pendidikan ke Bandung, jauh-jauh dari Medan, padahal belum pernah sekalipun kenal arus kuat. Bayangkan, efek dari kata-kata pemimpin itu sangat luar biasa. Semoga yang nanti Anda sampaikan punya dampak yang lebih hebat untuk anak-anak SD kita."

*******
Saya tergabung dalam kelompok 24. Yang membuat saya sangat-sangat minder adalah, semuanya orang-orang hebat! Salut dan hormat saya untuk Pak Dayan, Bu Diah, Mbak Upik, Mbak Leila, Mbak Rittar, Listya, Aya, dan Mas Asep Kambali yang pernah masuk Kick Andy :) (dengan quote beliau yang terkenal, "Untuk menghancurkan suatu bangsa, hancurkan ingatan sejarah generasi mudanya!"). Saya sangat beruntung bisa berjumpa, mendapat ilmu serta pengalaman yang tak akan terlupa. Terima kasih pula untuk Ibu Wati, Kepala Sekolah Dasar Negeri Petojo Selatan 06 Pagi, beserta segenap Bapak Ibu guru dan staf. Mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan, dan mudah-mudahan kita bisa bertemu di lain kesempatan. :)

Tak lupa untuk anak-anakku yang pintar dan penuh semangat, murid-murid SDN Petojo Selatan 06 Pagi. Teriring doa semoga cita-cita kalian tercapai, selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara. Aamiin.

semangat mereka, kebanggaan Indonesia -- foto oleh Listya
"Saya ingin menjadi nahkoda kapal, seperti Abang saya di Jepang"
-- salah satu murid kelas 5 (yang tak ingin disebut namanya). Berjuanglah, Nak!!

Kelas Inspirasi - Indonesia Mengajar

Bismillah

Salah seorang teman, Afi Winfrey, beberapa waktu lalu memberi informasi soal Kelas Inpirasi dari Indonesia Mengajar. Buat yang belum pernah denger soal gerakan yang dipelopori Anies Baswedan ini, bisa lihat presentasi beliau di TEDxJakarta. Program Indonesia Mengajar yang ngetren adalah Pengajar Muda, di mana lulusan terbaik universitas ternama, punya karir cemerlang, otak encer, dan segudang kelebihan untuk hidup dan pekerjaan mapan, namun lebih memilih untuk menjadi guru SD di pelosok Indonesia. Mereka ditempatkan selama 1 tahun di tempat terpencil, tanpa listrik, tanpa sinyal telepon, tanpa air bersih. They are in the middle of nowhere!

Kelas Inspirasi - Indonesia Mengajar
Kelas Inspirasi adalah salah satu program Indonesia Mengajar yang mengajak para profesional untuk turut berbagi kisah inspirasi di 25 SD yang tersebar di Jakarta. Alhamdulillah, saya termasuk yang terpilih, padahal sudah minder duluan bila melihat profil sekitar 680 kandidat yang lain : wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 (ebuset..), mendapat beasiswa dari ini dan itu, bekerja sebagai brand manager di perusahaan ternama, dll. Dibandingkan mereka semua, saya cuma salesman pabrik kerupuk udang?! Bahkan si Afi (ia di kelas Ilmu Komputer UGM dulu termasuk Top 10) katanya tidak lolos. Makanya saya merasa beruntung sekali, seakan-akan Tuhan mau Kasih hiburan gratis karena mulai akhir April ini saya resmi menjadi pengangguran :D

Oke adik-adik, sampe ketemu nanti ya! Ayo main sama Om!!

Blog Aggregator dengan Blogger API (0)


Bismillah.

Harapan akhir dari seri tulisan ini adalah membuat blog aggregator dengan memanfaatkan RSS reader dan Blogger API (hanya untuk belajar). Idenya adalah membaca sebuah feed (umpan) dari blog, lalu membuat posting di blogspot. Ide ini sudah ada di kepala saya, dan sudah saya koar-koarkan di grup Facebook Ilmu Komputer UGM 2004. Masalahnya, saya belum menulis 1 baris kode pun =)) Tapi tiada mengapa, toh Bill Gates dan Paul Allen pernah melakukan hal serupa: bicara omong kosong ke Altair soal BASIC. Tapi hanya dalam waktu 8 minggu, BASIC tercipta.

Seri pertama ini, kita hanya bicara tentang CodeIgniter, Zend Gdata, dan Blogger API.

Oke langsung aja, step2nya


0. Download dan install CodeIgniter

Untuk keseragaman, saya akan install CI di http://localhost/ci/ dan untuk membedakan dengan aplikasi yang lain. Beginilah struktur direktorinya. (version 2.1.0)

.
├── application
├── public
├── system
├── index.php
└── license.txt

Kita akan namakan aplikasinya : capcuan. Copy application dan index.php, dan rename keduanya jadi capcuan dan capcuan.php Hasilnya seperti ini

├── application
├── capcuan
├── public
├── system
├── index.php
├── license.txt
└── capcuan.php

Isi capcuan.php harus kita edit sedikit. 

$application_folder = 'capcuan';

Ini memberitahu bahwa application kita sudah pindah ke capcuan, bukan di application lagi. Berarti, site url kita pun akan jadi http://localhost/ci/capcuan.php/welcome/

Kalau sudah berhasil, lanjut ke step berikutnya.


1. Integrasi Zend_Gdata ke Codeigniter

Download stand alone librarynya dari http://framework.zend.com/download/gdata/. Kenapa kita tidak download Zend Framework nya sekalian? Sabar, ada waktunya. Soalnya kita ingin ini semua berjalan sesimpel mungkin di CodeIgniter. Copy folder Zend ke capcuan/libraries/ sehingga strukturnya akan jadi seperti berikut.


├── Zend
│   ├── Exception.php
│   ├── Gdata
│   ├── Gdata.php
│   ├── Http
│   ├── Loader.php
│   ├── Oauth
│   ├── Oauth.php
│   ├── Registry.php
│   ├── Uri
│   ├── Uri.php
│   ├── Validate
│   └── Version.php
└── Zend.php


Di dalam folder libraries terdapat sebuah berkas bernama Zend.php. File ini harus berisi "loader" sebagai berikut.


<?php if (!defined('BASEPATH')) {exit('No direct script access allowed');}

/**
 * Zend Framework Loader
 *
 * Put the 'Zend' folder (unpacked from the Zend Framework package, under 'Library')
 * in CI installation's 'application/libraries' folder
 * You can put it elsewhere but remember to alter the script accordingly
 *
 * Usage:
 *   1) $this->load->library('zend', 'Zend/Package/Name');
 *   or
 *   2) $this->load->library('zend');
 *      then $this->zend->load('Zend/Package/Name');
 *
 * * the second usage is useful for autoloading the Zend Framework library
 * * Zend/Package/Name does not need the '.php' at the end
 */
class CI_Zend
{
 /**
  * Constructor
  *
  * @param string $class class name
  */
 function __construct($class = NULL)
 {
  // include path for Zend Framework
  // alter it accordingly if you have put the 'Zend' folder elsewhere
  ini_set('include_path',
  ini_get('include_path') . PATH_SEPARATOR . APPPATH . 'libraries');

  if ($class)
  {
   require_once (string) $class . EXT;
   log_message('debug', "Zend Class $class Loaded");
  }
  else
  {
   log_message('debug', "Zend Class Initialized");
  }
 }

 /**
  * Zend Class Loader
  *
  * @param string $class class name
  */
 function load($class)
 {
  require_once (string) $class . EXT;
  log_message('debug', "Zend Class $class Loaded");
 }
}

?>


Save dan untuk memanggilnya di controller kita bisa lakukan seperti ini.

$this->load->library('zend');
$this->zend->load('Zend/Gdata/Query');
$this->zend->load('Zend/Gdata/ClientLogin');


2. Blogger API

Blogger API bisa digunakan dengan free namun by request. Silakan kunjungi https://code.google.com/apis/console lalu pada bagian Services, kita bisa request untuk Blogger API (untuk saat ini ada 32 API yang disediakan Google). Untuk Blogger API sendiri, selain dokumentasi yang dijadikan kitab, kita juga mesti sering2 berkunjung ke milisnya di https://groups.google.com/forum/#!forum/bloggerdev atau kirim email langsung ke Brett Morgan (brettmorgan at google.com)

(bersambung ke bagian berikutnya...)

Referensi
http://www.beyondcoding.com/2008/02/21/using-zend-framework-with-codeigniter/

Menulis (Untuk Orang Lain) Itu Sulit

Bismillah

Salah satu resolusi di tahun 2012 ini adalah publish minimal 2 tulisan di blog ini setiap bulan. Untuk bulan ini, saya belum menulis apa-apa. Buntu. Padahal, bulan Maret berakhir tak sampai seminggu lagi. Sekadar informasi bagi para ummat fanatik blog prabowo murti dot com, saya memiliki lebih dari 1 blog. Salah satu dari beberapa blog tersebut memiliki hampir 2400 tulisan, yang saya mulai sejak tahun 2007. Jika dihitung kasar, ~2400 tulisan selama ~4 tahun adalah ~600 tulisan per tahun, atau ~50 tulisan per bulan.

Pertanyaannya, mengapa sulit sekali hanya untuk menulis 2 saja (ya, cukup 2 saja) per bulan di blog ini?

Untuk menjawab pertanyaan yang sepertinya sepele tersebut, mungkin kita harus menilik lebih jauh alasan saya membuat resolusi tersebut. Saya ingin menginspirasi orang lain. Dari tulisan, harapan saya, kita bisa lebih punya makna bagi sebanyak mungkin orang. Bermanfaat. Tidak tak berguna. Bukannya hidup tanpa arti. Beban seberat ini, tidak saya rasakan saat menulis di blog dengan 2400 tulisan (untuk sementara kita sebut blog 2400 tulisan ini dengan sebutan Blog Paling Keren Dunia Akhirat).

Kadang, saat malam hari, saya baca-baca lagi Blog Paling Keren Dunia Akhirat, dan mengunjungi halamannya secara acak. Misalkan 1 halaman berisi maksimal 7 buah tulisan, maka akan ada 2400/7 = ~340 halaman dalam Blog Paling Keren Dunia Akhirat. Saya kunjungi saja halaman 170. Pertengahannya. Saya lihat judul-judul postingan di situ. Menjadi Agen Pulsa. Prosedur Transfer Dengan Phone Banking Salamuamalat. Today's Log. Ryoko Hirosue: Akankah Karirnya Kembali Memuncak? Saya bergumam dalam hati. Ini saya yang tulis, kah??

Kalau mau lebih acak lagi, kadang-kadang saya hanya menemukan sebuah tulisan dengan judul, tanpa isi. Misalnya, "Listrik Padam" atau "Capek Habis Jualan". Sudah. Cuma begitu saja. Saya bertanya-tanya, "Ini blog atau tempat update status Facebook?!" Kadang-kadang absurd sekali isinya.

Di Blog Paling Keren Dunia Akhirat, saya tidak punya target. Tidak punya tujuan menulis yang pasti. Lepas. Terserah. Mengikuti kata hati. Menulis semau, sebisa, dan sesempatnya. Benar-benar tanpa tekanan. Blog Paling Keren Dunia Akhirat bagai buku diary sahaja. Hanya Anda yang membacanya, atau orang yang kebetulan tahu letaknya dan punya rasa ingin tahu yang besar. Tidak perlu editor, tidak perlu dikomentari, tidak perlu merasa takut untuk dihakimi. Blog Paling Keren Dunia  Akhirat adalah cerminan bahwa saya suka menulis. Apa saja.

Lain halnya dengan blog ini, saya perlu minimal 3 jam hanya untuk menghasilkan 1 (satu) buah tulisan. Tiga jam! Waktu selama itu saya gunakan untuk menulis draft, untuk kemudian saya edit kembali berkali-kali. Apakah pilihan katanya tepat? Apakah maksud tulisan akan tersampaikan? Apakah ada kata yang salah eja? Apakah nanti tidak menimbulkan kontroversi? Apakah nanti akan ada komentar negatif yang saya terima? Siapakah saya yang seenaknya membuat tulisan dengan tema seberat ini?

Dulu beberapa saat setelah saya publish tulisan dengan judul Operasi Payudara, tak lama Ibu saya SMS, "Kita itu kemarin bukan ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SpKK), tapi Dokter Spesialis Bedah (SpB)". Alamak! Ternyata Ibu juga baca blog ini. Cemmasss... Atau saat saya menulis tentang BBM Bersubsidi di Bensin Hanya Untuk Orang Kismin, saya butuh waktu berhari-hari, dan draftnya bahkan sudah berganti beberapa kali, lalu saya juga minta pendapat beberapa teman untuk kasih masukan sebelum tulisan diterbitkan. Rumit sekali hanya untuk menghasilkan 1 tulisan saja!! Memangnya saya ini harian nasional?!?

Dari situ, saya belajar satu hal sederhana.

Salah satu penghambat kita menulis adalah bukan karena tidak pandai menulis. Tapi lebih karena ada perasaan ingin dipuji, takut salah. Semakin kita mengharap respon positif dari para pembaca, semakin sulit sebuah kalimat terangkai. Kita menjadi penulis untuk orang lain. Jangan menulis untuk orang lain. Menulislah untuk diri sendiri. Cukup.

*****

Hahahaha. Saya pakai triknya Samuel Mulia saat tidak punya ide untuk kolom Parodi di Kompas. "Kalau lagi buntu, tulis saja alasan mengapa Anda buntu saat mau nulis." Oke, masih 1 tulisan lagi untuk bulan ini. Cemungudh kakaa!

Empat Tahun Tanpa Kopi

Bismillah

Hari ini, tepat 4 tahun yang lalu, saya memutuskan untuk berhenti minum kopi. Sebenarnya saya ingin berhenti tanggal 14 Februari supaya romantis (hoeksorcuihpret...), namun karena kecanduan yang sedemikian akut, saya mesti mundur 2 hari.

Dulu
Seseorang dikatakan kecanduan kopi (mungkin istilah yang lebih tepat adalah "kecanduan kafein") kalau konsumsi kopinya sudah lebih dari 3 gelas sehari. Saya minum kopi layaknya minum air putih, alias minimal 8 gelas sehari. Sempat berganti-ganti merek dan jenis kopi, mulai dari kopi tumbuk, hitam, hingga pada akhirnya jatuh cinta pada cita rasa Nescafe Coffeemix Pas (selain karena kemudahan penyajian). Bahkan saya sempat koleksi semua mug spesial, bonus dari Nescafe. Rekor saya kuat tidak tidur karena minum kopi adalah 3 hari berturut-turut. Tugas kuliah, baca buku, coding, nulis, dan hal lain semuanya jadi selesai. Luar biasa!!

(gambar dari sini)
Alasan Berhenti
Ketergantungan
Kafein dalam kopi akan meningkatkan kadar dopamine dalam tubuh (semacam adrenalin), sehingga Anda dapat terus bersemangat. Namun, efeknya lama kelamaan akan sirna, karena itu kita akan menginginkan lebih banyak kopi untuk tetap terus mendapatkan "khasiat"-nya. Ini tidak baik.

Sakit
Asam lambung akan meningkat karena konsumsi kopi. Akibatnya maag yang sudah saya derita sejak SMA semakin parah. Ini juga dialami beberapa orang, sehingga mereka pada akhirnya menderita penyakit nyeri lambung atau peptic ulcer. Hal lain yang sering muncul antara lain tangan gemetar (keringat dingin) atau frekuensi denyut nadi/jantung yang tidak semestinya.

Wasiat Hasal Al-Banna
Salah satu dari wasiat beliau adalah "Hindari kopi, teh, dan minuman perangsang lainnya, kecuali dalam keadaan benar-benar terpaksa. Jangan merokok!". Sebenarnya teh juga memiliki kandungan kafein (teh biasa) tapi dengan kadar yang lebih sedikit.

Tips Berhenti Minum Kopi
Kurangi porsi
Anda bisa mengurangi porsi minum kopi menjadi hanya di pagi hari saja, atau beralih ke minuman lain sebelum benar-benar berhenti dari kecanduan kafein. Kopi decaf (rendah kafein) bisa jadi alternatif.

Olahraga
Dengan rutin berolahraga, Anda menurunkan resiko terkena penyakit jantung, menghasilkan endorfin (zat alami dalam tubuh penyebab rasa "bahagia"), dan tentu mengalihkan perhatian dari kopi. 

Istirahat cukup
Early to bed, early to rise. Lelahkan diri di kala siang, sehingga saat malam bisa tidur awal. Semakin cukup istirahat, semakin segar kita bangun di pagi hari. 

Jangan percaya iklan
Dulu iklannya Nescafe bilang begini "Tahukah kamu, kalau kopi bisa bikin kita tambah semangat?" Ya iyalah, kalau makin banyak yang kecanduan, makin gampang kerjaan salesnya :D

Mengingat tanggal spesial
Kalau saya ditawari kopi, saya biasanya jawab dengan penuh penjiwaan dan wibawa, "Maaf, saya sudah berhenti sejak 16 Februari 2008." Terlihat mbois bin parlente kedengarannya. Setiap tahun pasti saya rayakan tanggal ini dengan menulis 1 buah tulisan khusus. Mungkin Anda perlu memberi reward pada diri Anda sendiri. Reward karena Anda berhasil berjuang setelah 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan, dst.

Demikian, semoga membantu. Kalau ingin berbagi pengalaman, jangan sungkan berkomentar.

Speak now, or forever hold your peace  :)

Apakah Buku Tabungan Itu Penting?

Bismillah

Pertengahan Januari lalu, Ayah saya operasi PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy) di Rumah Sakit ASRI Jakarta Selatan, ditemani Ibu dan saya. Sekadar informasi, PCNL adalah metode pengambilan batu ginjal yang berukuran besar (>2 cm). Batu ginjal akan dihancurkan di dalam, dan dikeluarkan melalui selang. Keuntungan dari metode PCNL dibanding operasi terbuka adalah resikonya kecil (apalagi Ayah juga kena diabetes), luka operasi yang kecil (1-2 cm), dan pasien bisa cepat pulih. Kata Dokter Nur Rasyid yang menangani kami, Ayah mesti 2 kali operasi (berselang 2 hari) karena batu ginjalnya sedemikian besar/banyak.

Lalu, apa kaitannya metode PCNL dengan buku tabungan?
Sabar. Tulisan ini belum selesai. :D

Dr Nur Rasyid juga tangani pasien di RSCM. Di RSCM, sebenarnya Ayah bisa pakai ASKES. Tapi, RSCM, seperti yang kita tahu, well... RSCM... :D Masalah kecil timbul saat saya minta rincian biaya sementara. Jumlahnya lumayan buat beli mobil seken. Di Rumah Sakit ASRI ini, pembayarannya bisa tunai atau debit/CC. Ibu sudah antisipasi dengan deposit setiap hari, sejak Ayah mulai dirawat inap (cuma 7 hari Ayah di RS). Namun, dihitung-hitung, tetap tidak cukup karena limit kartu Mandiri Ayah cuma Rp 5juta. Kartu debit BNI saya limitnya Rp 10juta. Masalahnya, saldo saya saat itu cuma 400rebu #gubraks :))

Buku tabungan yang tidak penting
Jadi, idenya begini. Semua anak-anak Ayah kumpulin cash ke rekening saya di BNI. Di depan Rumah Sakit ASRI ada KCP BNI. Cakep. Yang bisa didebit ya pakai debit, sisanya saya akan ambil cash pakai buku tabungan. Eh, bentar. Buku tabungan? Buku tabungan saya ke mana, ya?! Setelah bongkar-bongkar kamar kos sedikit, buku tabungan saya ketemu. Selama ini saya hanya ambil tunai dari ATM. Kalau mau setor tidak pernah banyak-banyak. Rugi bandar kalau nabung model konvensional begitu. Kalau mau transfer saya pakai e-banking. Buku tabungan saya nganggur.

Saya termasuk orang yang anti dengan penggunaan kertas berlebih.

Singkat cerita, saya ke KCP BNI Duren Tiga. Inilah langkah-langkah saya ambil uang tunai.
  1. Mengisi slip penarikan. Lengkap dengan tanda tangan.
  2. Mengantri. Menunggu dipanggil oleh Mbak Dwi.
  3. Memberikan buku tabungan, dan slip penarikan.
  4. Membubuhkan tanda tangan di sebuah kertas kosong, di dalam kotak.
  5. Menyerahkan KTP atau kartu identitas yang digunakan saat membuka rekening.
  6. Menyerahkan kartu ATM saya, dan memasukkan PIN saya. Dua kali pula.
  7. Ditanya pertanyaan verifikasi, "Boleh tahu nama Ibu kandung Bapak?"
Setelah saya beri jawaban yang benar, saya pikir ini yang akan terjadi : terompet akan berbunyi, lampu KCP BNI Duren Tiga akan menyala kelap-kelip indah sekali, ada kertas warna-warni turun dari langit-langit, semua pegawai BNI di situ akan tersenyum dan bergantian menyalami saya, tepuk tangan riuh membahana dari seluruh nasabah yang antri, dan akhirnya saya pun bisa mengambil uang tunai. :))

Kenyataannya, prosesnya belum selesai sampai di situ. Buku tabungan saya, terakhir dipakai sudah lebih dari 6 bulan yang lalu. Overload. Tidak cukup lagi untuk mencetak histori transaksi. Kalau mau dicetak semuanya, kemungkinan saya butuh 2 buku tambahan. Itu merepotkan, plus saya mesti bayar ekstra untuk hal yang tidak saya pakai. Saya tawarkan opsi, supaya saya tidak perlu cetak transaksinya. Mbak Dwi bersikeras saya mesti ganti buku. Saya pun bicara.

"Kamu sekarang jadi nggak dewasa gitu, sih? Harusnya kamu bisa berpikir visioner dong, punya alasan logis untuk tiap keputusan. Ini kan demi kelanjutan hubungan kita berdua. Memangnya kamu kenapa sih? Lagi PMS? Atau ada masalah di kantor? Atau, udah bosen? Obrolin aja, Say..." *sambil plintir-plintir rambut dia*

Paragraph sebelum ini tentu saja fiktif. *pembaca mengelus dada, lalu membersihkan bekas muntahannya masing-masing*. Intinya saya pengen ngobrol sama Bosnya. Waktu itu Mbak-mbak juga, saya tidak tahu namanya (name tag-nya kebalik), tapi sayang dia sudah pakai cincin. #nikunghore2012 anyone?.  Akhirnya disepakati begini. Saya tidak perlu buat buku baru, tapi histori transaksi dicetak di kertas khusus, dan dikokot (di-staplers) di buku tabungan saya yang lama.

"Maaf Pak Prabowo, ada charge sebesar Rp 1000 karena penarikan tunai tidak dilakukan di kantor cabang tempat membuka rekening. Saya langsung debet dari saldo Bapak ya.."

Saya menghela nafas. "Iya, Mbak.." lalu teriak dalam hati,

*******

Dari cerita saya, sebenarnya bisa diambil kesimpulan bahwa untuk tiap alasan yang bilang buku tabungan itu penting, bisa dipatahkan dengan logis.

Buku tabungan penting untuk mengambil uang tunai?
Tidak juga. Seperti yang dilihat, ada banyak sekali dependensi lain untuk mengambil uang tunai. Kalau masih ditanya juga di teller, bilang saja buku tabungan sudah hilang, dan yang Anda ingat hanya nomor rekeningnya. Kalau disuruh bikin surat keterangan kehilangan, bilang saja dananya Anda perlukan secepat mungkin, untuk biaya operasi orang tua. Tidak ada waktu ke kantor polisi segala.

Buku tabungan bisa dipakai untuk kejahatan? Misalnya, orang bisa mencuri buku tabungan kita untuk tarik tunai?
Hla, maka dari itu jadi nggak usah ada buku tabungan aja kan? Verifikasi saat ambil tunai bisa dengan yang lain. KTP, PIN ATM, tanda tangan, security question, atau kombinasi semuanya, dll.

Dari buku tabungan kita bisa tahu saldo terakhir atau histori transaksi?
Kenapa mesti pakai buku tabungan? Dari e-banking saja sudah ketahuan. Paling kepepet, Anda bisa cetak rekening koran untuk tanggal kapan pun. Biayanya seribu rupiah per lembar. Tapi saya nggak pernah pakai.

Kalau mau kredit apa-apa, kan biasanya ditanyain transaksi rekening 3 bulan terakhir?
Hahahaha. Yang diminta kan cuma salinannya? Saya bikinin pake Gimp deh sini :). Mau saldo yang tadinya cuma Rp 100ribu jadi Rp 500juta pun bisa :)). Kalau mau main jujur, seperti di atas, kita bisa cetak histori transaksi dari e-banking.

Buku tabungan penting untuk gaya-gayaan?
Bro, you are soooo si Doel Anak Sekolahan. Kalau sekadar untuk gaya, bisa pakai CC atau kartu debit yang bejibun. Lebih enak gaya-gayaan pakai kartu yang bisa nyelip dalem dompet, daripada bawa-bawa buku tabungan (walaupun limitnya cuma 2 juta perak atau saldonya kosong :)) ).

Buku tabungan penting kalau ada perbedaan detil transaksi dengan yang dicatatkan oleh Bank?
Coba perhatikan baik-baik syarat dan ketentuan umum di halaman terakhir buku tabungan. "Apabila saldo berbeda dengan catatan Bank, maka yang berlaku adalah saldo menurut catatan Bank berdasarkan bukti-bukti yang ada." :))

Mungkin Anda punya pendapat sendiri? Silakan tulis di bagian komentar ya :)

Btw, tentang buku tabungan ini juga pernah dibahas Fajran di blognya.
About Me